Peranan Teknologi Informasi dalam Bimbingan dan Konseling

Teknologi Informasi dalam Bimbingan Konseling

A. Pengertian dari Teknologi Informasi dalam Bimbingan dan Konseling

Generasi saat ini sangat erat kaitannya dengan teknologi dan informasi. Kemajuan zaman membuat teknologi informasi berkembang dengan pesat dalam berbagai hal sehingga menjadi kebutuhan pokok bagi generasi muda seperti pemanfaatan tekonologi informasi dalam berbagai layanan bimbingan dan konseling di sekolah.

Teknologi Informasi (TI), atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah Information Technology (IT) adalah istilah umum untuk teknologi apa pun yang membantu manusia dalam membuat, mengubah, menyimpan, mengomunikasikan dan/atau menyebarkan informasi.


Menurut Martin, Teknologi Informasi tidak hanya terbatas pada teknologi komputer yang digunakan untuk memproses dan menyampaikan informasi, melainkan juga mencakup teknologi komunikasi untuk mengirimkan informasi (Izeere, 2011).

Jadi dapat disimpulkan Teknologi Informasi adalah seperangkat alat untuk membantu manusia dalam mencapai kemudahan dalam berkomunikasi, tidak terbatas pada perangkat komputer melainkan juga teknologi komunikasi.

Pemanfaatan teknologi informasi untuk bidang bimbingan dan konseling juga mulai banyak dilakukan di era modern ini. Bimbingan dan konseling adalah salah satu layanan yang diberikan di sekolah untuk siswa.


B. Fungsi dan Peranan Teknologi Informasi dalam Bimbingan dan Konseling


Seperti kita ketahui bahwa saat ini bimbingan konseling belum dikatakan materi, sehingga tidak semua sekolah di Indonesia memberikan jam yang cukup untuk materi bimbingan konseing ini, karena berbagai alasan. Oleh karena itu peranan teknologi informasi bisa menjawab kekurangan waktu tersebut. Aplikasi teknologi informasi dalam bimbingan konseling adalah memberikan informasi kepada klien tentang apa yang dibutuhkannya. Selain itu, sarana yang diberikan oleh teknologi informasi itu sendiri,  memungkinkan antar pribadi atau kelompok yang satu dengan pribadi atau kelompok lainnya dapat bertukar pikiran. Teknologi informasi pun dapat meningkatkan kinerja dan memungnkinkan berbagai kegiatan untuk dilaksanakan dengan cepat, tepat dan akurat, sehingga pada akhirnya akan meningkatkan produktivitas kerja konselor itu sendiri.


Keterampilan konselor atau praktisi bimbingan dan konseling dalam menguasai dan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi, merupakan salah satu wujud profesionalitas kerja konselor dalam pelaksanaan program layanan. Teknologi informasi memiliki beberapa fungsi dan peranan umum dalam Bimbingan konseling yaitu:
1. Publikasi
Teknologi informasi dimanfaatkan sebagai sarana pengenalan kepada masyarakat luas dan juga sebagai pemberi informasi mengenai BK serta implementasi layanannya.
2. Pelayanan dan Bantuan
Bimbingan konseling dilakukan secara tidak langsung dengan bantuan teknologi informasi. Teknologi informasi dimanfaatkan sebagai sarana pendukung untuk menciptakan layanan yang lebih kreatif dan inovatif, Misalnya penggunaan media power point dan video dalam melakukan bimbingan kelompok sesuai dengan jenis masalah yang ingin diselesaikan.
3. Pendidikan
Informasi yang diberikan melalui sarana TI ini mengandung unsur pedidikannya.Misalnya layanan BK berbasis website yang menyajikan beragam tema tentang pengembangan pendidikan karakter.



Adapun fungsi khusus keberadaan teknologi informasi dalam bimbingan dan konseling diantaranya adalah sebagai berikut, yaitu:

  1. Mempermudah konselor dalam menyusun, mencari dan juga mengolah data. 
  2. Menjaga kerahasiaan suatu data, karena dengan teknologi memungkinkan untuk menguncinya dan tidak sembarang orang dapat mengaksesnya.
  3. Membantu individu maupun kelompok untuk dapat berkomunikasi dengan lebih mudah dan relatif murah dalam pelaksanaan konseling.
  4. Memberikan kesempatan kepada individu untuk berkomunikasi lebih baik dengan menggunakan informasi yang mereka terima tanpa perlu bertemu secara fisik (cyber counseling).
  5. Menjadikan teknologi informasi sebagai alat dalam suatu program kegiatan, sehingga kegiatan tersebut lebih teratur dan terstruktur.
C. Manfaat dari Teknologi Informasi dalam Bimbingan dan Konseling

Penggunaan teknologi informasi sebagai media bimbingan dan konseling akan memiliki beberapa keuntungan seperti yang dinyatakan oleh Baggerly sebagai berikut:
  • Meningkatkan kreativitas, meningkatkan keingintahuan dan memberikan variasi, sehingga kelas akan menjadi lebih menarik.
  • Akan meningkatkan kunjungan ke website, terutama yang berhubungan dengan kebutuhan siswa.
  • Konselor akan memiliki pandangan yang baik dan bijaksana terhadap materi yang diberikan.
  • Akan memunculkan respon yang positif terhadap penggunaan e-mail.
  • Tidak akan memunculkan kebosanan.
  • Dapat mengakses berbagai data melalui website dan pengaturannya baik.

Sumber

Nugraeny, Novita Wahyu. 2015. Pemanfaatan Teknologi Informasi untuk Layanan Program BK Komprehensif. http://novitawahyunugraeny.blogs.uny.ac.id/2015/09/26/pemanfaatan-teknologi-informasi-untuk-layanan-program-bk-komprehensif/ diakses 27 Agustus 2017

Setiawan, M. Andi. 2016. Teknologi Informasi pada Bimbingan dan Konseling. https://www.google.co.id/search?q=teknologi+informasi+bimbingan+dan+konseling&oq=teknologi+informasi+bimb&aqs=chrome.1.69i57j0l5.15087j0j7&sourceid=chrome&ie=UTF-8# diakses 27 Agustus 2017

https://prezi.com/ibh1uvgd9cif/pentingnya-penggunaan-teknologi-informasi-dalam-bimbingan-da/ diakses pada 27 Agustus 2017

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Several Kind of Invisible Questions

Daily Spells